Rabu, 20 November 2013

hartwood | homy rustic cafe








Cafe terletak di jalan progo dan cimanuk,  di zona cafe yang ramai di Bandung. Saat team kami datang, cafe sudah berjalan 1 tahun. Owner merasa perlu pembenahan cukup banyak disini dan dalam waktu yg singkat mengingat cafe sudah berjalan.

konsep ruang dibuat homey. Problem2 fungsional  seperti area luar yang panas diselesaikan dahulu. Penutup atap luar ditambahkan onduline, bahan atap datar gelombang penyerap panas. Walaupun tidak menghilangkan keseluruhan panas di luar ternyata bahan ini digabung dengan cross ventilation dari fan di beberapa tempat membuat ruang lebih sejuk.

Bagian dalam dibuat lebih penuh dengan sofa sofa  untuk mengisi ruang. Team design berusaha menghindari 'horror vacuum' suatu keadaan yang muncul pada ruang kosong cukup besar. Ada satu bagian cafe dibuat menjadi ruang function sehingga disewa untuk kapasitas banyak dan private.

Dengan waktu singkat, desain menggunakan sebanyak mungkin bahan lama, hanya penempatannya dipindahkan atau dimodifikasi untuk fungsi yang baru. Pembuatan seminimal mungkin dengen pertimbangan waktu.

Selasa, 19 November 2013

Menulis (tulisan) dalam Desain


Buat saya menulis mengkristalkan dan mensintesiskan ide dalam pikiran. Proses menulis, mirip proses komunikasi, seringkali menciptakan ide baru. Biarpun tulisannya amburadul :)

Menulis juga jembatan proses evaluasi dari hasil akhir dan proses proyek, yang sering saya lewatkan dengan berbagai macam alasan. Padahal dengan evaluasi menyeluruh, kesalahan satu project bisa dihindari di project berikutnya.

Menulis mentransfer ide mandeg dan tidak tersalurkan. Supaya lancar kembali, menulislah saya. 

Apa hubungannya menulis  dengan gambar ini? Tulisan dapat jadi elemen penting dalam dekorasi ruang. Saat melihat benda kita melihat impresi nya, bentuknya, tekstur, warna, proporsi dan lainnya. Tulisan untuk dekorasi  juga memberikan pesan yang porsinya besar saat kita melihat ruangan pertama kali.

Foto ini saya ambil tadi pagi di rumah. Rumah sekaligus kantor membuat layout ruang selalu berubah bergantung pada barang2 yang datang, atau hanya mampir untuk kemudian dikirimkan ke proyek proyek. Nah mumpung sekalian menulis dan bertema tulisan difoto lah sudut ini. :)

Minggu, 27 Januari 2013

eclectic, apa itu?

ekletik, apa itu?

Di bandung, dulu saya lihat trend yang muncul di klien2 saya adalah desain yang satu set, sehingga kadang jika dilihat tidak ada bedanya antara showroom dan rumah, semua barang satu set. Minusnya desain tipe begini, jika pemilik rumah ingin membeli barang lainnya, dan diletakkan dalam konfigurasi ruang tersebut, akan sangat sulit untuk mix and match

Berbeda dengan Bali, klien2 kebanyakan sudah lebih update terhadap desain, sehingga mereka menyukai mix and match. Mungkin juga karena disana banyak orang asing yang tinggal sehingga gaya hidup mereka bisa langsung terlihat di ruang nya.

Nah desain ekletik ini yang berusaha saya tampilkan dalam karya2 saya. bagiamana caranya barang lama dan baru bisa berkolaborasi dengan baik membentuk sebuah suasana ruang yang utuh. Bagaimana barang modern dan antik bisa bergabung dan sinergi. Bagaimana sebuah warna kayu bisa bergabung dengan warna bold.


Selasa, 06 November 2012

Hip Industrial apa itu?


pentingnya kata kunci dalam desain

Yang menarik saat team desain studio kami mendesain sebuah ruangan adalah kata kuncinya. Kata kunci sering menjadi senjata pemilik untuk mendeskripsikan apa yang ada dalam bayangannya. Sayangnya jarang kata kunci ini dibahas lebih lanjut sehingga bayangan dan kenyataan seringkali berbeda.

Kita sering mendengar kata minimalis, tropis, american style, ekletik, bahkan hip industrial etc. Tapi apakah sebenarnya arti kata kata tersebut? Nah ini yang harus dibahas lebih lanjut. Terminologi itu dapat membantu desainer dalam mendesain. Dapat juga membantu pemilik dalam menjelaskan ide nya. Tapi dapat juga menjadi senjata yang backfired, jika tidak dibahas lebih lanjut.

Deskripsi lebih lanjut untuk menguraikan kata kunci sering dianggap tidak perlu. Padahal dengan kata kunci tersebut, persepsi masing masing dapat berbeda beda. Setelah kata kunci ditemukan proses selanjutnya adalah menguraikan kata kunci tersebut kedalam bahasa visual. Dapat dengan referensi gambar, bisa juga dengan gambar 3 dimensi, bisa juga dengan visit ke tempat yang memiliki terminologis serupa.

Jika proses ini dilakukan dengan baik, waktu desain dapat menjadi lebih efisien dan tidak terbuang percuma. proses desain dan revisi yang terus menerus dapat dikurangi drastis. Dengan keberadaan ipad skarang, browsing mudah dilakukan. Dengan kemampuan sketsa yang dimiliki desainer, gambar2 dapat dibuat saat berkomunikasi. Dengan kedekatan yang cukup dengan pemilik, desainer bisa mengajak owner untuk datang ke lokasi2 tertentu yang sesuai dengan tema nya.

Nah moga dengan artikel ini, kita bisa sama sama mengelola metoda perancangan desain sehingga menjadi efisien dan efektif untuk owner, kontraktor, desainer, arsitek. 

Jumat, 30 Maret 2012

mekar house | mix and match




Ini adalah foto di karya terbaru kami di tahun 2012, rumah di kompleks mekarwangi bandung. Yang menarik dari proyek ini mencakup banyak hal. Pertama adalah tingkat enjoyment team kami sebagai desainer dalam menjalankan proyek ini terbilang tinggi kareng owner memberikan kebebasan berkarya. Kedua adalah jangka waktu proyek yang terbilang singkat membuat team kami berpikir keras untuk menyelesaikan sesuai waktu dan dengan kualitas desain setinggi mungkin. dan Ketiga adalah penggunaan sebagian barang2 lama di rumah ini. Nah yang ketiga ini sangat menarik untuk saya.

Tahap pertama yang kami lakukan di rumah ini adalah menganalisis zoning secara fungsional, bagaimana ruang tamu yang digunakan sebagai kantor terbatas secara visual ke ruang dalam yang privat, bagaimana sirkulasi di dalam rumah dapat optimum dengan fungsi yang ada sehingga kami memindahkan area pintu ke area jendela.

Tahap kedua yang kami lakukan berikutnya adalah mengkomposisikan barang2 yang ada sesuai dengan waktu dan budget yang diberikan oleh client. Saat perencanaan pembuatan gambar denah dan 3d sederhana, keistimewaan barang2 lama ini tidak terlalu terlihat. Tapi setelah di lapangan team desain melayout dan mendekorasi, barang2 lama yang digunakan kembali sangat kuat memperkaya detail dari ruang ini.

Ada meja jengki di sudut yang digunakan kembali untuk meja kerja. Ada meja rotan tua yang digunakan sebagai coffee table. Ada meja rak kaca yang digunakan kembali di rumah ini. Meja kitchen set bawah yang hanya diganti lapisan nya, dan meja tv yang dimodifikasi.

Nah dengan cara seperti ini, budget proyek bisa ditekan, desain bisa variatif dan jadi ekletik, waktu kerja menjadi lebih cepat, dan memori kita terhadap barang2 tersebut dapat terpelihara dengan baik karena barang tersebut masih ada dan digunakan pula oleh kita.

Mulai sekarang, jangan serta merta buang atau ganti perabot di rumah anda. Apalagi yang memiliki nilai memori tinggi. Siapa tau bisa digunakan di rumah anda berikutnya :)

Senin, 30 Januari 2012

lol in a project :)




Beberapa waktu belakangan, saya bertemu beberapa klien yang pertama kali merencanakan interior rumahnya. Ada hal menarik yang saya pelajari dari mereka. Resep ini bisa membuat kita have fun selama proyek berjalan.

Saat hendak merenovasi atau membuat bangunan  baru, ada beberapa hal yang dapat didiskusikan dahulu antara suami istri atau antara pemegang kepentingan dan pemegang keputusan. hal itu adalah time, cost, quality. Saya coba urai satu persatu.

1. time
Bagaimana ketersediaan waktunya? kapan harus pindah? kapan renovasi harus selesai? Waktu sangat terkait dengan biaya. Bisa saja makin cepat makin mahal, atau makin lama makin mahal tergantung pada keadaan masing2 proyek. 

2. cost
Berapa dana yang harus disiapkan atau dianggarkan? Pertanyaan ini bisa dibantu dijawab oleh arsitek atau desainer untuk membuat perkiraan biaya awal yang harus dikeluarkan

3. quality
Sekualitas apa yang diharapkan? model apa yang kita suka? jika suami istri yang memutuskan, desain seperti apa yang disukai berdua? preferensinya seperti apa?


3 elemen tadi adalah seperti keseimbangan dalam timbangan. Bedanya kalau timbangan adalah 2 elemen yg harus seimbang, sedangkan dalam proyek ada 3 elemen. Skala proyek kecil maupun besar memiliki 3 elemen ini. sehingga cara ini bisa digunakan untuk menganalisis suatu proyek apakah layak jalan atau tidak. 

Kita harus memilih prioritas, tidak dapat memiliki semuanya. Jika waktu adalah yang utama, siap siap untuk menyediakan dana lebih dan bersedia melihat kualitas berkurang.

Jika cost yang utama siap siap untuk waktu mundur atau kualitas berkurang. Demikian juga jika kualitas yang utama, harus bersedia untuk menyediakan dana lebih dan waktu yang lebih panjang.

Mungkin di lain kesempatan saya akan membahas studi kasus dari masing2 prioritas proyek ini. Tapi inti utama dari artikel ini adalah, tidak ada proyek yang sulit, yang ada adalah proyek yang tidak jelas prioritasnya. Tidak ada proyek yang tidak menyenangkan, yang ada adalah proyek yang tidak dibicarakan tujuan utamanya sehingga kita tidak bisa menikmati prosesnya. :)




Jumat, 21 Oktober 2011

sanguin,kolerik,melankolik,plekmatis dan ruang




Beberapa minggu lalu, saya berdiskusi dengan seorang teman, Ruben mengenai desain untuk 
personality berbeda beda. Ternyata setelah dianalisis terdapat perbedaan preferensi yang
nyata antara masing2 karakter dengan desain interior yang disukai. Selama 9 tahun di bidang interior,
Inilah sekilas mengenai perbedaan masing2 karakter dengan preferensi interiornya.. Warning!!, salah 
karakter ruang akan menjadikan orang seperti gambar diatas! (hehehhe)


1. sanguin 

karakter sanguinis memiliki ciri berapi api, spontan, playful, ceria, dan ekstrovert. 
Karakter ini lebih cocok dengan karakter ruang berwarna, daripada monokrom, sebagian
menyukai warna2 kuat, seperti merah, biru, atau kuning. Cenderung tidak suka warna2 yang
terlalu netral karena mereka akan cepat merasa bosan di ruang tersebut. Ruang yang berkaca 
dan luas akan lebih cocok bagi sanguin, view merupakan hal yang juga penting. Mobilitas
gerak sanguin yang tinggi cocok dengan tipe ruang serupa loft.

2. kolerik

karakter kolerik memiliki ciri pemimpin, pantang menyerah, kuat, terus terang, ekstrovert, perlu memegang
kontrol dan driven by action. Karakter ini cocok dengan ruang yang bisa mengawasi seluruh ruang,
warna2 berani dan kuat, meja kerja yang berkesan berat. Ruang yang cocok dengan karakter ini
jika di tempat kerja adalah ruang yang memudahkan dia untuk mengamati sekaligus berkomunikasi
dengan rekan kerjanya. Ruang terpisah di pojok dan tertutup tidak cocok untuk dia. 

3. melankolik

karakter melankolik merupakan pemikir tingkat tinggi, perfeksionis, perasa, dan introvert. 
Ruang yang cocok adalah ruang yang tingkat privasinya tinggi, tidak mudah terlihat oleh orang di luar 
ruangnya, view penting untuk karakter ini, dan yang penting ruang harus rapi. Jadi perlu untuk 
memiliki ruang yang memiliki banyak storage penyimpanan barang. Ruang tidak boleh terlalu
penuh karena melankolik akan cenderung kesulitan mengatur ruang dan jadi frustrasi karenanya.
melankolik cenderung menyukai ruang yang lebih berliku daripada ruang yang luas dan besar.

4. plekmatis

karakter plekmatis merupakan karakter damai, negosiator, pengamat yang luar biasa, dan pendengar
serta teman yang baik. Ruang yang cocok adalah ruang yang tidak banyak kaca, masif tapi cukup 
spacoious. Diperlukan sofa yang empuk atau sedikit kasur kecil tempat plekmatis beristirahat. Ruangan
yang tidak terlalu formal cocok untuk karakter ini. Privacy cukup penting bagi karakter ini. 
Harus terdapat kunci dalam ruangnya. Untuk ruang rumah, plekmatis lebih cocok dengan
warna2 monokrom dan soft, tidak banyak kejutan, dan tenang. 


Nah itu beberapa hubungan karakter dengan ruang. Tentu saja masing2 orang memiliki kombinasi
masing2 karakter, dan tentu saja jika sebuah rumah ditempati suami dan istri, akan ada juga penyesuaian2
tapi dengan pengetahuan ini, akan lebih memudahkan untuk melihat preferensi masing2 karakter dan
kenyamanan mereka dalam ruang. Jangan sampai stress di rumah atau tempat kerja ya! coba lihat ruangnya
dan benahi sedikit.